Melacak Jejak Thaghut



Sebaik-baik perkataan adalah Firman Allah,dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasullullah.Seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru yang diada-adakan,dan setiap hal yang baru adalah Bid’ah,dan setiap Bid’ah adalah kesesatan.Demikian penting perkara Thaghut ini,hingga tiadalah Allah mengutus para Rasul kecuali diperintahkan untuk menyeru demi menjauhinya.Bahkan perintah itu dirangkai dengan perintah untuk beribadah kepada Allah(saja).

Allah berfirman,“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat(untuk menyerukan),”Sembahlah Allah(saja), dan jauhilah Thaghut ! ” (QS.An-Nahl:36)

Maka iman seseorang tidak akan sah sampai dia kufur terhadap Thaghut.

Allah berfirman,“Barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah,maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada Buhul tali yang amat kuat.”(QS.Al-Baqarah:256).

Sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh Muhamad bin ‘Abdul Wahhab dalam Ma’na Thaghut wa Ru-usu Anwa’ihi,bahwa thaghut itu banyak,sedangkan yang terbesar atau kepalanya ada lima,yakni:

– Syaithan,yang mengajak beribadah kepada selain Allah.

– Penguasa Zhalim,yang mengubah Hukum-hukum Allah.

– Orang yang memutuskan perkara(hukum) dengan selain apa yang diturunkan Allah.

– Orang yang mengaku mengetahui hal-hal Ghaib.

– Dan orang yang diibadahi selain Allah dan ia rela terhadapnya.

Karena itulah,kita semua berkepentingan untuk mengetahui apa dan siapakah Thaghut itu,bagaimana seharusnya mensikapinya,dan bagaimana pula hukum orang yang menjadi pembantunya.Kepentingan kita itu semakin Besar manakala Thaghut dizaman ini telah banyak menipu pandangan dan mengecoh pemahaman dengan hiasan penampilan dan beragam Propagandanya.Belum lagi tentang Dominasi dan kekuatan mereka,dan juga dukungan para Ulama SU'(jahat) disekelilingnya,serta banyak pembantu yang menolongnya.

Baca Selengkapnya >>>

Ditulis dalam BERANDA. Komentar Dinonaktifkan pada Melacak Jejak Thaghut