Thaghut diBidang Ibadah & Thaghut diBidang Hukum

Yang Pertama,

Thaghut diBidang Ibadah,Dalam firman Allah;
و١لذين١جتنبو١١لطاغوت١يعبدوها
“Dan orang-orang yang menjauhi  Thaghut (yaitu ) tidak menyembahnya.” (QS. Az-Zumar:17)

Yaitu segala sesuatu yang diibadahi selain Allah baik berupa syaithan, manusia, yang hidup atau yang mati, hewan atau bahkan juga benda-benda mati berupa pohon, batu, atau bintang-bintang tertentu, baik beribadah dengan cara mempersembahkan  hewan qurban kepadanya, berdoa kepadanya, shalat kepadanya, atau dengan cara menaati dan mengikutinya padahal-hal yang menyelisihi syariat Allah.
Dan kalimat (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah) dikhususkan dengan kalimat (sedangkan dia rela dengan ibadah tersebut ) supaya tidak masuk didalamnya: seperti Isa bin maryam atau nabi-nabi yang lainnya, para malaikat dan orang-orang shalih, karena mereka itu diibadahi namun mereka tidak rela dengan ibadah tersebut sehingga mereka tidak tersebut sebagai Thaghut.
Ibnu taimiyyah berkata, “Allah berfirman,
“ Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat, “apakah mereka ini dahulu menyembah kamu ?”
Malaikat-malaikat menjawab, “maha suci engkau, engkaulah pelindung kami, bukan mereka : bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepda jin itu.” (QS. Saba’: 40-41)
Maksudnya adalah para malaikat tidak menyuruh mereka untuk melakukan hal itu, akan tetapi yang meyuruh mereka adalah jin supaya mereka menjadi penyembah syaithan yang menampakkan wujudnya kepada mereka sebagaimana syaithan-syaithan yang menemui  sebagian orang yang beribadah dan menunggu-nunggu bintang-bintang sampai-sampai syaithan tersebut menampakkan diri dan berbicara dengan orang-orang tersebut, padahal yang menampakkan diri tersebut adalah sebangsa jin. Oleh karena itu Allah berfirman,
“Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu, hai bani adam, supaya kamu tidak menyembah syaithan ? sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu menyembah-ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan ?” (QS. Yasin : 60-62)
Dan Allah berfirman,
“Patutkah kamu mengabil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari pada-ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Kahfi: 50)(Majmu Fatwa,jilid 4 hal 135-136)


Ditulis dalam BERANDA. Komentar Dinonaktifkan pada Thaghut diBidang Ibadah & Thaghut diBidang Hukum