Memahami Tipu Daya Musuh


Orang yang menghadapi musuh Islam dan ingin menghancurkan kebatilan tidak boleh mengesampingkan pandangan Allah terhadap musuh-musuh itu. Ia tidak boleh lemah sikap dan berhusnuzhan dengan menganggap mereka masih muslim.
Saya mengetahui banyak dengan pemuda yang berjihad dengan modal semangat. Saat mereka tertangkap oleh kaki tangan Thaghut, saya amat terpukul melihat para pemuda itu bersiap seolah para Thaghut itu bagian dari kaum Muslimin. Para pemuda itu mempercayai Janji-janji Thaghut dan enggan membohongi musuh-musuh Islam itu.
Para pemuda itu berlaku jujur dalam pengakuan mereka dan memberikan keterangan yang detail di hadapan kaki tangan Thaghut. Mereka menyangka bahwa para aparat itu amat belas kasihan lagi lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin. Padahal pada akhirnya para pemuda itu mendapatkan vonis yang zalim dan harus lama mendekam di penjara akibat pengakuan tersebut.
Para pemuda itu tidak mengetahui perilaku orang-orang kafir dan hukum  Allah tentang mereka. Mereka tidak tahu, di balik sikap baik yang di tunjukan para aparat, kaki tangan Thaghut itu selalu setia terhadap wali-wali mereka yang kafir dn tidak akan memelihara hubungan baik dan perjanjian dengan orang mukmin. Kebodohan para pemuda itu melenakan mereka dari tipu daya dan penghianat Thaghut terhadap mujahidin. Padahal hukum asal diri dan akhlak mereka padahal dusta dan khianat.
Ada seorang pemuda yang hafal al-qu’an dan menjadi imam di sebuah mesjid. Aparat Thaghut menagkap dirinya dan menuduhnya melakukan perbuatan pidana. Namun, pemuda itu menolak mengaku meskipun di sakiti, dipukuli dan di siksa agar ia mengakui perbuatan yang dapat membuatnya di vonis hukuman penjara yang lama. Kemudian kaki tangan Thaghut mengunakan tipu daya dan muslihat kepadanya, ia diperiksa oleh seorang penyidik yang sering shalat di masjid sebagai makmum si pemuda.
Penyidik itu memperkenalkan dirinya kepada ikhwan ini dan ia mengingatkan bahwa dia sering makmum saat shalat di masjid. Kemudian ia bersumpah kepada saudara kita ini bila ia mau mengaku dan tidak akan melimpahkan kasusnya di pengadilan.
Akhirnya ikhwan tadi mengaku kepada si penyidik karena mempercayai janjinya, padahal ketika didera siksaan yang berat ia bertahan tidk mau mengaku. Para penyidik itu berhasil memperdaya pemuda itu dengan muslihat, janji, dan sumpah dusta. Terbukti kemudian sipemuda diganjar hukuman penjara seumur hidup.
Saat di periksa si ikhwan tentu tidak menganggap kafir orang-orang jahat itu. Bisa jadi ia belum memahami metode kafirin. Jika sudah paham, shalat sipenyidik itu tidak akan berarti apa-apa baginya. Kebodohan akan realitas ini membuat seorang hafizh Al-Qur’an yang sangat dibutuhkan umat telah menjalani hukuman sepuluh tahun dipenjara, semoga Allah membebaskanya.
Saya juga mengetahui seorang pemuda yang  menemukan bom dihutan dan dia itu membawa bom itu kerumahnya. Kemudian ia memutuskan untuk menjadi ”warga negara yang baik” dan pergi melapor kekantor  polisi. Tentunya dia berbaik sangka terhadap mereka dan tidak mengafirkan mereka.
Polisi pun meminta dirinya untuk menunggu mereka dirumah dan mereka akan datang untuk mengambil bom itu satu jam berikutnya. Kurang dari satu jam mereka datang dengan sejumlah pasukan yang besar dan peralatan lengkap. Personil kepolisian,detasemen khusus, intelijen dan mobil-mobil yang dipersenjatai mengepung rumah pemuda itu. Kemudian mereka mengerebek rumah sang pemuda, menggeledah dan menagkap dia bersama bomnya.                                             Baca Selengkapnya>>>
Ditulis dalam BERANDA. Komentar Dinonaktifkan pada Memahami Tipu Daya Musuh