BNPT MATI LANGKAH DI “Workshop Deradikalisasi” Melawan Para Pengusung Ideologi Di Makasar

“Penanganan kelompok yang digolongkan teroris karena ideologinya, harus dilakukan dengan sangat hati-hati.Menghakimi mereka sebagai kelompok “radikal” yang memiliki dan menebarkan paham keagamaan yang “keliru” akan mereka sikapi sebagai terror intelektual, sehingga berpotensi memperluas “wilayah” konflik atauy menimbulkan  kelompok perlawanan baru. Sikap kalangan yang mengklaim diri sebagai kelompok “moderat” lalau mengkafirkan kelompok “radikal” dan sebaliknya, mungkin berujuang pada Vis a Vis:Islam moderat vs Islam radikal. Sebuah situasi yang tidak kondusif terhadap program deradikalisasi yang sangat serius dilakukan pemerintah.” (Ansyaad Mbai dalam buku, : Teroris & Jihad Dalam Perspektif Hukum Islam, Kasjim Salemba, Okt 2011)

Paragraf diatas saya kutipkan dari sebuah buku yang dibagikan gratis pada saat seminar Deradikalisasi di Makasar Kamis 24 November 2011. BNPT mengandeng komponen lembaga-lembaga riset dan penilitian termasuk juga ormas dan organ ormas di bawahnya. Kali ini di Makasar dengan LPPU. BNPT hendak mengenalkan  dan mensiarkan konsep “Islam Rahmatan Lil’alamin”…Namun kali ini langkahnya kembali terantuk, karena para peserta workshop dan seminar alam pikiran, perasaan dan sikap mereka berdiri diametrikal bersebrangan dengan tawaran-tawaran aneh BNPT. Dan ini yang membuat pusing BNPT, karena dengan membuat medan laga bagi para akademisi dan intelektual di Makasar yang “moderat” untuk bisa mengkampanyekan “Islam Rahmatan lil’alamin” versi BNPT mendapatkan tanggapan dan sorotan tajam hingga tampak kelemahan dan cacat secara intelektual konsep-konsep mereka. Para pengusung Islam Ideologi  juga dengan lantang mengkritisi konsep-konsep kabur BNPT, dan menjadikan suasana seminar/workshop tidak berpihak kepada keinginan BNPT. Berikut gambaran lengkap proyek BNPT tersebut, di catat dengan baik agen Islam ideologi yang melakukan penetrasi pada acara tersebut, sekalipun belum tuntas mendedah apa yang di mau dengan syiar “Islam Rahmatan lil Alamin”…apakah ini konsep ini ada pijakan teologi dan normatifnya atau ini hanya sekedar latah dan upaya tadlil(penyesatan) kepada umat Islam untuk meneguhkan pemikiran Liberal, pluralism dan moderat yang jelas-jelas sudah di haramkan oleh MUI melalui fatwanya, silahkan baca dan sebarkan:

Kamis tgl 24 November 2011, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Umat (LPPU) bekerjasama dengan BNPT mengadakan Workshop Strategi Deradikalisasi dengan Tema “Strategi Pembinaan Umat yang Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Masyarakat Plural”. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 08.30 Wita harus  molor lebih dari 45 menit menanti datangnya peserta undangan yang kabarnya oleh ketua panitia mengundang sedikitnya 100 orang dari berbagai ormas Islam. Dari pengamatan dilapangan lebih dari 50 % yang hadir adalah peserta yang tidak diundang secara resmi oleh panitia, mereka diantaranya adalah perwakilan dari mahasiswa LDK, Gema Pembebasan serta Aktivis HTI Kampus UIN.

Adapun peserta yang hadir di acara tersebut adalah perwakilan dari HTI Sulsel diwakili oleh Ust. Muh. Kemal Idris (Humas HTI sulsel) dan Surahman, dari FPI yang diwakili oleh Abu Thoriq dan Ust Abdullah, dari Wahdah Islamiyah yang diwakili oleh Ust. Zaid Samad, Lc dan Ust. Ikhwan Abd Jalil, Lc, dari PITI (Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia) yang diwakili oleh ketuanya sendiri Ust. Sulaiman Gosalam,  dari IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait), dari KAMMI, dari IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama),  LDK, Gema Pembebasan, serta Akademisi.

Baca Selengkapnya >>>>

Ditulis dalam BERANDA. Komentar Dinonaktifkan pada BNPT MATI LANGKAH DI “Workshop Deradikalisasi” Melawan Para Pengusung Ideologi Di Makasar